Cara Membersihkan Telinga

Cara Membersihkan Telinga Yang Tersumbat Kotoran 
Kotoran pada telinga pada umumnya berupa gumpalan lunak yang di produksi alami dari kelenjar minyak di dalan liang telinga, Gumpalan ini justru akan berfungsi untuk melindungi telinga, berperan sebagai merangkap debu, menghambat pertumbuhan kuman di telinga, dan menjaga agar air tidak masuk ke dalam telinga. Kotoran telinga sebenarnya tidak akan menyebabkan gangguan, jika jumlahnya tidak terlalu berlebihan.


cara mengatasi telinga tersumbat karena kotoran
Jika terlalu banyak maka kotoran telinga dapat menyumbat telinga hingga menyebabkan nyeri pada telinga dan gangguan pada pendengaran. Kondisi ini dinamakan serumen prop, dan perlu dibersihkan. Namun jika salah metode membersihan telinga justru akan mengakibatkan kotoran makin terdorong ke dalam telinga.

Kapankah telinga harus dibersihkan?
Lubang telinga sebenarnya tidak perlu dibersihkan, apalagi dengan mengorek-ngoreknya. Tetapi kadangkala ada kondisi di mana terlalu banyak serumen yang menumpuk dalam telinga sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada telinga anda.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami

Keadaan itu dinamakan sebagai impaksi serumen, yaitu kondisi ketika serumen memenuhi liang telinga. Impaksi serumen dapat terjadi pada salah satu atau kedua telinga anda dan gejala impaksi serumen sebagai berikut

1. Telinga terasa gatal.
2. Telinga terasa seperti tersumbat.
3. Telinga akan terasa penuh atau malah terasa sakit.
4. Kemampuan pendengaran yang akan berkurang
5. suara mendenging di telinga, Kondisi ini disebut tinnitus.
6. akan Ada cairan yang keluar dari lubang telinga yang mengeluarkan bau tidak sedap
7. Batuk batuk

Impaksi serumen ini  merupakan kejadian langka. oleh Karena itu, Anda sebaiknya tidak langsung yakin penyebabnya adalah impaksi serumen jika Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Alangkah baiknya jika anda memastikan penyebabnya dengan memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Bila memang benar Anda mengalami impaksi serimen, biarkan dokter melakuan cara membersihkan telinga dengan benar.


bagaimana cara mengeluarkan kotoran telinga yang terlalu dalam ?

berikut cara mengeluarkan kotoran telinga yang menggumpal
Jika Anda sudah terbiasa membersihkan telinga sendiri secara rutin, mungkin akan terasa tidak nyaman jika Anda sama sekali tidak membersihkannya. Bagi Anda yang merasa demikian, Anda bisa mencoba cara-cara membersihkan telinga yang aman dan benar sesuai di bawah ini :

Baca Juga : Cara Memutihkan Kulit Wajah Pria Secara Alami

1. Pakailah kain basah 
gunakanlah Kain basah untuk membersihkan bagian luar telinga hingga bagian depan lubang telinga anda. Jika ingin memakai cotton bud, maka gunakan untuk membersihkan bagian depan liang telinga saja ya dan jangan mengorek sampai bagian dalam telinga karena bisa mendorong kotoran malah makin masuk ke dalam.

2. Teteskan pelunak serumen
Jika produksi serumen cukup banyak dan terlihat menumpuk dari luar lubang telinga, obat tetes pelunak serumen ini bisa anda gunakan sebagai cara membersihkan telinga. Obat ini tersedia di apotek.

Obat pelunak serumen biasanya berbentuk cairan yang mengandung gliserin, peroksida, hidrogen peroksida, atau larutan garam saline. Teteskan cairan ini ke lubang telinga dan tunggu beberapa saat atu sekitar 5 menit sebelum Anda membersihkan telinga anda.
Pastikan Anda membaca aturan pakai dan ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat.

Jika kotoran terasa sangat mengganggu pendengaran Anda, maka segeralah periksakan ke dokter THT untuk mendapat perawatan.

Ingat ya guys sebelum membersihkan telinga pastikan terlebih dahulu telinga anda tidak mengalami infeksi atau gendang sedang sakit. Membersihkan telinga dalam keadaan seperti ini sangat berbahaya.

Jadi, jangan membersihkan telinga sendiri di rumah, jika masalah pada telinga Anda. silahkan langsung Konsultasikan masalah ini pada dokter.

Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS