Pupuh Pangkur

PUPUH PANGKUR


1. Satu tahun nuli sirno,karsoningHyang nitah akan ratu malih, pajajaran kutanipun, pindah saking jenggalan,satus tahun sir noning keratonipun, pan kongsiturun ping tigo,rusake lowon kang siwi.
Selama seratus tahun lalu Hilang, kehendak Hyang sukma mencipta raja lagi. Pajajaran katanya pindahkan dari jenggal. Seratus tahun hilang kerajaanya hingga turun tiga kali, kerajaan rusak karena putranya.

2. Wong jowo akeh fitnah, marang mitra niro ing bengeng, keh kiyamat mring sedulur, dora-carang kalah sudo pametang bumi besuk, ilang wirange wanito, keh priya etung pawestri
Orang jawa banyak mendapat fitnah dari teman. Banyak di khianati saudara, banyak berbohong dan kurang hasil pertanian. Wanita sudah tidak punya malu, banyak laki-laki menghitung wanita.

3. Tinitah akeh Narendro duk timure babaran hadi sarandil, maksih tendak kanjeng Rasul, ibu darah Mataram, paselongan iyo iku wijinipun, angadani tanah jowo pan jumeneng Ratu Adil.
Mencipta raya saat masih kecil keluar dari darah mataram keturnan percampuran yang akan memimpin tanah jawa akan menjadi Ratu Adil.

4. Ratu ing luwih melarat, dalan nawi sangu aning sadreni mung somunde mring Hyang Agung, lan ono janmo wikan, pan kasandang, kasompar sandung tan weruh, pundak sinumper puniko timbule kan tanjung putih.
Raja itu lebih susah, tidak membawa berkah hanya apa adanya, hanya bersandar kepada yang Agung tidak ada manusia mengetahui, bagaikan semut yang tersembunyi, muncul menjadi bunga putih

5. Mungsuh ngarep akeh sirno, ningkang podo wani samyo mati, tumpes tampis sirno larut, batang mung sirolah, mung kalabang kala jengking gamanipun, kyai niku waspadakno, dikalandano benjing.
Musuh yang menghadang banyak yang sirna, yang berani akan mati, terumpas habis, kekuatanya hanya sirulah, senjatanya kelabang kalajengking kiyai semar itu diperhatikan, besuk kalian layani.

6. Bolo sagung ing lelembut, anyarmungi marang song Ratu Adil,ana dene kalanipun, atas bumi ketanggo, pan reneko kedatoniro sang prabu, juluk Sultan H Wucokro, enek atine wong cilik
Bala kekuatan semua makhluk halus, ikut membantu sang Ratu Adil, sedangkan katanya, hutan tanah tetangga. Sang prabu tidak bertempat di istana, dengan nama sultan Heru Cokro, orang kecil merasa enak hatinya.

7. Hilang awong kang doro, wong dursiloilung pan sir no enting,boloh keh podo kabutuh,awit adil sang noto, akeh ngangsi mring masjid podo asujud, eleng marang kabelikan podo dadi santri  mursid.
Hilang orang berbohong, orang jahat hilang habis. Kebutuhan sudah terpenuhi, karena keadilan sang Raja,banyak berdirian masjid untuk bersujud, ingat akan kebaikan,menjadi santri mursyid.

8. Pajege wong cilik sudo, sawah sajung sodi nor pajeg weki  winoteson uwong sewu, dodyo dahar narendro, datan mundut lung kangone saking sewu, ratu iku lumuh orto,blaba asih marang dasih.
Pajak orang kecil berkurang,sawah satu ujung pajaknya satu dinar,semua di batasi hanya seribu , hanya untuk sebatas makan sang Raja, tidak mau mengambil kelebihan dari seribu. Raja ini tidak suka harta,namun dermawan dan welas asih kepada rakyat.

9. Murah sandang murah pangan,keh wong cilik podo suko singgih, iyo mung satus tahun,jumeneng adil noto sasirnone kuto ketanggo puniko, mulya ana ratu kembar iyo ono kuto benjing .
Keadaanya murah sandang dan pangan. Rakyat kecil merasa senang. Namun masa keadilan sang Raja hanya selama seratus tahun. Setelah berakhirnya kerajaan kitangga, akan muncul Raja kemabar nanti.

Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS