Lokasi Tiket Masuk Candi Ratu Boko Jogja Terbaru 2020

Candi Ratu Boko Yogyakarta
Candi Ratu Boko di Sleman Yogyakarta merupakan peninggalan kerajaan
Nama  Ratu Boko berasal dari legenda masyarakat setempat, bahwa  Ratu Boko (dalam bahasa Jawa arti harafiah adalah Raja Bangau ) merupakan ayah dari Roro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Roro Jonggrang.

Candi Ratu Boko i dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan Situs Warisan Dunia Internasional sejak tahun 1995. selain merupakan tempat sejarah candi ratu boko juga menjadi wisata jogja yang sangat terkenal dengan sunrise di candi ratu boko dan candi ratu boko sunset yang mempesona.


Lokasi Candi Ratu Boko
Alamat Candi Ratu Boko : Jl. Raya Piyungan - Prambanan No.KM.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

jam buka candi ratu boko 
buka setiap hari jam : 06.00–17.00WIB

Tiket Masuk Candi Ratu Boko 
Untuk tiket masuk kompleks Istana Ratu Boko terbilang cukup murah lho guys buat sobat Wisata, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 40.000.


Fasilitas Candi Ratu Boko 
untuk Fasilitas candi boko terbilang Sangat bagi para wisatawan yang mengunjungi Ratu Boko, diantaranya sebagai berikut :
1. Mushola.
2. Papan informasi.
3. Souvenir Shop.
4. Restoran.
5. Gazebo.
6. Tempat parkir yang luas.
7. Toilet.

Arsitektur Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko ini berada di suatu kawasan dengan luas 250.000 meter persegi. Sebagaimana disebutkan di atas, Candi Ratu Boko terletak diatas puncak bukit dengan ketinggian 300 m. Candi atau Istana Ratu Boko ini memiliki cukup banyak bagian bangunan, namun saat ini kawasan tersebut hanya berupa reruntuhan dengan sisa beberapa bekas reruntuhan bangunan keraton

Baca Juga : Tebing Breksi Jogja

Keistimewaan Candi Ratu Boko 
Candi Boko berada di atas bukit dengan ketinggian 200 mdpl. Bisa dibilang kawasan ini adalah sebuah kawasan keraton yang cukup lengkap diantara keraton jawa lainnya. Dimana kompleks bangunan ini cukup lengkap tediri dari pintu gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, dan juga pagar pelindung.


Untuk bisa menikmati suasan pemandangan candi boko ini, Wisatawan bisa dengan duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Dari sinilah, wisatawan semua bisa melihat keindahan dari atas ketinggian ini. Kursi-kursi ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai spot foto lho guys

Baca Juga : Candi Prambanan Yogyakarta

Keistimewaan lain dari situs ini adalah adanya tempat di sebelah kiri gapura yang sekarang biasa disebut "tempat kremasi". Mengingat ukuran dan posisinya, tidak pelak lagi ini merupakan tempat untuk memperlihatkan sesuatu atau suatu kegiatan. Pemberian nama tempat kremasi" menyiratkan harus adanya kegiatan kremasi rutin di tempat ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Sangat boleh jadi perlu dipertimbangkan untuk menyelidiki tempat ini sebagai semacam altar atau tempat sesajen.

Gerbang Utama Candi Ratu Boko
Gerbang masuk Candi Ratu Boko terletak di bagian barat situs candi ini. Gerbang masuk sendiri terdiri dari 2 jenis gerbang yakni gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang luar memiliki ukuran yang lebih kecil sedangkan gerbang dalam merupakan gerbang utama Candi yang berukuran lebih besar.


Terdapat gapura luar yang disusun oleh 3 buah gapura paduraksa yang disusun berjajar. Sedangkan di bagian dalam candi, terdapat gapura utama yang memiliki 5 buah hapura paduraksa.

Di gapura dalam atau gapura utama ini, terdapat tulisan Panabwara. Panabwara ini merujuk pada Rakai Panabwara yang merupakan keturunan dari Raja Rakai Panangkaran. Bila melihat dari sejarahnya, Rakai Panangkaran adalah salah satu penguasa Keraton Ratu Boko yan kini menjadi situs  Candi Ratu Boko ini.

Candi Batu Kapur Candi Pembakaran dan Sumur Suci
Terdapat beberapa candi dalam kompleks Istana Ratu Boko ini. Terdapat Candi Batu Kapur atau Candi Batu Putih yang terletak di bagian timur laut situs ini. Candi ini dinamakan Candi Batu Kapur karena memiliki fondasi dari batu kapur. Bagian atas dari candi ini sudah tidak bersisa.Sejarawan berpendapat bahwa bagian atas candi ini terbuat dari material kayu yang mudah hancur sehingga tidak bersisa saat ini. Selain Candi Batu Kapur, di dalam Istana Ratu Boko juga terdapat Candi Pembakaran dan Sumur Suci. Candi Pembakaran adalah bangunan yang terletak dibagian depan situs ini sehingga Anda akan melihat bangunan Candi Pembakaran saat pertama kali Anda memasuki gerbang Candi Ratu Boko.


Sejarah Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.

Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton
Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS