Kampung Seni Mbah Gito Gunung kidul Terbaru 2020

Sagar Seni Mbah Gito Yogyakarta Gunungkidul
Kampung Seni Mbah Gito Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta  memiliki daya magnet baru di dunia Seni dan Budaya , Dengan hadirnya Kampung Seni Mbah Gito yang menambah daftar destinasi wisata kesenian dan Kebudayaan, Sasono Seni Budoyo Ndesone Mbah Gito menjelaskan maksud dengan adanya Kampung Seni Mbah Gito akan memberikan kontribusi kepada masyarakat luas.


Jadi kelak generasi penerus akan paham dengan apa yang kita miliki, ada wayang, ada gamelan, ada kesenian lainya. Masyarakat juga akan dilibatkan dan menikmati hasil kalau ada yang ke sini

Lokasi Kampung Seni Mbah Gito
Alamat : Karang Lor, Bejiharjo, Kec. Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Baca Juga : Wisata Goa Pindul

Sebelum memasuk lebih dalam ke area bangunan yang didominasi menggunakan kayu berusia puluhan hingga ratusan tahun, pengunjung akan beranjak ke pendopo depan sebagai pintu masuk dengan rangka kayu berdiameter 80 cm. Kampung Seni Mbah Gito memprioritaskan kayu Jati, mahoni, dan waru asli Kabupaten Gunungkidul.


Wisata Positive Kemudian pengunjung akan melihat kareta kencana di kanan dan kiri lorong pendopo, langit-langit pendopo juga dihiasi dengan lampu klasik dan sangkar burung perkutut.

Kampung Seni Mbah Gito hanya dikelola Mbah Gito sendiri bersama keluarganya. Saat disinggung biaya pembangunan, Mbah Gito enggan menyebutkannya. Ia mengaku merasa bertanggung jawab tersendiri untuk melestarikan kearifan lokal yang ada.


Tahap pengembangan kedepan juga akan dibangun musium yang menyajikan miniatur kehidupan masyarakat jawa dengan adat dan budayanya

Tidak hanya itu, bagi pengunjung yang akan menikmati hari di Kampung Seni Mbah gito juga akan tersedia home stay dan dihibur dengan penampilan wayang kulit dan karawitan


Baca Juga : Taman Kuliner Wonosari Gunung kidul
Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS