Deskripsi Sejarah Singkat Museum Monas Jakarta Indonesia

Deskripsi Sejarah Singkat Museum Monumen Nasional Indonesia
Monumen Nasional Monas (Tugu Monas) Merupakan monumen setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975

Tugu ini memiliki mahkota lidah api yang dilapisi  emas yang melambangkan semangat perjuangan
Monas menjadi salah satu destinasi Wisata terfavorit di Ibu Kota. Tidak heran, setiap musim liburan banyak yang Berkunjung datang berbondong-bondong untuk mendatangi Monas.


Lokasi Monas
Alamat : Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Tinggi  :  137 meter
Arsitek  :  Frederich Silaban,
R.M. Soedarsono

Tiket Masuk Monas 2020
harga tiketnya terbilang cukup murah Mulai Dari Rp2.000 Sampai Rp10.000
Jam Buka: 07.00 WIB - 24.00 WIB

Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Monas

1. Naik ke Puncak Monas
Anda dapat melihat keseluruhan Kota Jakarta dari ketinggian 115 meter. Untuk menikmati pemandangan Kota Jakarta dari puncak monas dikenakan biaya tambahan, sekitar Rp 10.000.


Baca Juga : Candi Prambanan Yogyakarta


2. Kereta Wisata
Di sana kitawisatawan tidak perlu Bingung Untuk mengelilingi lokasi Monas, karena sudah di sedikan kereta untuk Mengelilingi Monas lho guys


3. Berkunjung di Mueseum Monas
Di bagian Monas ada Sebuah Museum Sejarah Nasional Indonesia. Museum yang dapat menampung sekitar 500 pengunjung ini berisikan 48 diorama sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga orde baru.


5. Ruang Kemerdekaan
Kita melihat berbagai simbol kemerdekaan Negara Indonesia. Di Tempat  ini pengunjung dan Wisatawan dapat mendengankan suara Presiden pertama RI, Sukarno saat membaca teks proklamasi.


6. Melihat Air Mancur Menari
menyaksikan air mancur menari diiringi lagu khas Indonesia
pengelola Monas biasanya akan menghadirkan pertunjukan air mancur di monas vdan bisa wisatawan saksikan saat ada efent tertentu


Sejarah Berdirinya Monas
Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya  di Yogyakarta pada tahun 1950, menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai merencanakan pembangunan sebuah "Monumen Nasional" yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. "Pembangunan Tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945", agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa Indonesia.


Wisata Positive Pada tanggal 17 Agustus 1954, sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan Monumen Nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabadabad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Akan tetapi Sukarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ke dalam rancangan monumen itu.(1)(2)(3) Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di area seluas 80 hektare. Tugu ini diarsiteki oleh Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961.
Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS