Lokasi Wisata Embung Batara Sriten Nglipar Gunungkidul Yogyakarta

Embung Batara Sriten Gunungkidul
Embung Batara Sriten Jogja salah satu Destinasi wisata  Gunungkidul yang wajib dikunjungi ketika berlibur di kabupaten Gunungkidul, sebab wisata embung Sriten ini menjadi embung tertinggi di Gunungkidul bahkan menjadi dataran tinggi di kawasan provinsi Yogyakarta. Pengunjung yang hendak berwisata kesana bakal dimanjakan dengan panorama hamparan hijau perkebunan dan area perkampungan warga.


Lokasi Embung Sriten
Embung Batara Sriten Kabupaten Gunung kidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Alamat : Embung ini berada di gunung Sumilir, dusun Sriten, desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, Gunung Kidul Yogyakarta dengan kode pos 55852. Jaraknya cukup jauh dari pusat kecamatan Wonosari yakni sekitar 19 kilometer dan waktu tempuh 45 menit.

Harga Tiket Masuk Embung Batara Sriten
Harga tiket Masuk Masuk Embung batara sriten terbilang cukup murah, dengan biaya di bawah ini wisatawan sudah bisa menikmati semua keindahan yang ada di embung dari atas ketinggian ini
Tiket masuk: Rp 3.000 / orang
Parkir motor: Rp 2.000
Parkir mobil: Rp 5.000

Apalagi saat di Sore hari Banyak Sekali Selebgram Berkunjuk Ke tempat itu untuk Berfoto Dan menikmati Suasana Embung Dari Atas ketinggian



Embung Batara Sriten memang tidak dapat diraguka lagi Keindahannya, karena setiap harinya banyak sekali dikunjungi  wisatawan yang berbondong-bondong untuk menikmati suasana Embung Sriten yang indah di Gunungkidul ini
Embung Sriten ini di kenal Sebagai Destinasi pemandangan yang Luar Biasa, lho guys.

Baca Juga : Embung Nglangeran Gunungkidul

bahkan dari Atas ketinggian Embungnya Wisatawan Dapat merasakan sejuknya udara yang sejuk sambil menikmati kabut-kabut yang ada di sana dan seolah-olah kita berada di atas Langit Melihat Luas nya Gunungkidul seperti melihat dunia Dari Luar Angkasa lho guys.

oh ya sobat Wisata Di puncak bukit ini terdapat sebuah petilasan berupa makam atau kuburan. Menurut cerita penduduk setempat, konon makam tersebut merupakan petilasan dari Syech Wali Jati yang moksa di bukit ini. Syech Wali Jati sendiri dulunya adalah kerabat Kasultanan di masa lalu.


Fasilitas Embung Batara Sriten
fasilitas Embung batara sriten terbilang cukup baik di sana juga tersedia penjual makanan dan minuman ringan contohnya  seperti Mie, Jagung Bakar, Roti Bakar, Kopi Jahe, Kopi, Susu, dan minuman hangat lainnya.
AreaParkir Mobil dan Motor yang memadai.
Mushola
Toilet Umum
Tempat makan
Spot Photo yang Menarik

Baca Juga : Wisata Green Village Gedangsari Gunung kidul
Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Embung Batara Sriten
Banyak sekali aktifitas yang bisa anda nikmati saat berkunjung ke tempat ini diantarannya sebagai berikut :

1.Hunting Foto
Buat sobat wisata yang suka berfoto, di tempat ini sangat cocok karena kita akan mendapatkan spot photo yang menarik dari atas ketinggian dengan background hijaunnya luasnya kota Gunungkidul dari atas ketinggian


2. Sunset
Saat di sore hari wisatawan akan di manjakan dengan indahnya matahari terbenam dengan gemerlapnya warna-warni di langit yang begitu menawan dan mempesona sambil menikmati udara sejuk di sore hari


3. Camping
Buat wisatawan yang ingin bermalam di embung ini, sangat cocok karena tempatnya yang nyaman dan hening membuat camping anda semakin asik dengan di temani api unggun dan sambil bermain gitar bersama teman-teman membuat moment yang tidak terlupakan saat Camping di sini.



Tips Mengunjungi Embung Batara Sriten
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Embung Batara Sriten adalah di pagi hari saat sunrise maupun sore hari menjelang sunset.Sebelum berangkat, periksalah secara menyeluruh kondiri kendaraanmu dan pastikan dalam keadaan Normal.Kendaraan terbaik untuk berwisata ke Embung Sriten adalah mobil offroad atau motor trail. Jika hujan turun janganlah memaksa untuk terus melanjutkan perjalanan hingga puncak.

Baca Juga : Puncak Segoro Gunungkidul
Share:

Data Status Covid-19

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

HISTATS